Isnin, 29 September 2014

bicara tersembunyi


Setelah sekian lama tidak melakarkan berita dan berkarya di alam dunia maya.. dunia reality y semakin usang tanpa sebarang persoalan membuatkan aku semakin kekok untuk berkata. Di setiap perjalan pasti ada persimpangan, dan di setiap persimpangan pasti ada hentian.. dalam bicara kosong, kadangkala terserlah kebodohan serta kealpaan diri. Bicara tanpa berfikir, berkata tanpa logiknya..
Di kala diri mendiam itu bukan bisu namun membiarkan sesuatu kejadian reda tanpa gelora.. terserlah kebuntuan ketika jatuh, lalu mengaduh.. Tiada tempat untuk berteduh, Yang ada hanya gaduh dan rapuh.. di saat pedih dan sedih, tidak punya kawan, kerana mereka hilang ditelan awan.. juga tak punya lawan, mereka terhapus oleh hujan.. Parut luka mengingatkan supaya lebih berhati-hati masa mendatang dalam mencari erti kehidupan.. punya jiwa yang ditebus dengan raga..

"Dalam hidup, ada masa engkau perlu berkorban. Korban jiwa, korban masa, korban tenaga. Air mata mungkin mengalir. Hati mungkin terguris. But, this will never be forever. You wish something better, but He knows something greater."

“Allah, aku tahu semua ini tidak sia-sia”.